Postingan

Cerita dalam sebuah perjalanan

 Kisah ini aku tulis di status FB. Di status terdapat 4 status tulisan ini. Kucoba gabungkan menjadi satu. Tulisan 8th lalu. Pulang dari Panumbangan. Sendiri, kesorean. Setelah sekian taun. Ternyata aku sendiri heran. "Ko bisa ya nulis demikian." 😅 Pamokolan.  Mentari masih gagah mengarahkan cahyanya tepat ke wajahku. Bangku yang terbuat dari bambu dan kayu-kayu bekas setia menemani penunggu-penunggu resah sepertiku. Mana dong mobil yang akan ku tumpangangi? Hm.. Hari semakin sore. Aku bersama dia-- saudaraku yang diamanati menunggu aku disini sampai mobil itu datang. Jarang pembicaraan antara kami. Hanya sesekali bicara, saat aku tanya dia jawab. Kemudian hening lagi. Dia sibuk dengan hp dan sebatang rokok menemaninya, begitu pula aku yang ikut-ikutan memainkan hp, ditemani permen karet yang kukunyah, sesekali ku tiup. "Jam 5 gak ada, balik lagi aja! Nginep." Katanya memecah kebisuan. "Pasti ada kok." jawabku meski belum ada kepastian. Kini matahari mula...

Random

 Lama, senja-senja tak lagi ku tuliskan indahnya. Meski warnanya selalu seperti itu... Namun, setiap senja selalu memiliki makna yang berbeda. Senja... Jingaa... Yang pernah mewarna lirikku dalam merangkai sebuah kata. Boleh jadi, imajinasiku tidak lagi seperti dulu. Dulu, dalam langkah-langkah penantian, aku rajin merangkai kalimat untuk sebuah penemuan. Entah menemukan jodoh kehidupan, atau menemukan diriku yang liar tak terhindarkan. Setelah episode-episode mengulang hari di dinding yang sama, bersama orang yang sama, kata-kata perlahan entah kemana. Ia yang dulu menemaniku membungkus sunyi, menyaksikan pagi, menatap biru langit kota juga menatap senja... Menguap, ataukah ia hanyut terbawa hujan-hujan yang menyadarkan lamunan? Entahlah. Adakalanya aku merindu. Diri yang gemar merangkai rasa pada pena-pena. Pun, kadang aku rindu, pada kata-kata yang menari di kepala. Memenuhi relung. Meratap menjadi doa. Terucap menjadi puisi. Atau— tertulis menjadi hal yang indah untuk dikenang....

Buku Anak Yang Rusak

Gambar
Resiko mengenalkan buku pada anak sedari dini... Yaitu, bukunya beli mahal. Tapi rusak.  Aku juga merasakan hal itu. Buku di sobek, ditarik karena anak begitu pinisirin.  Awalnya sediiiih (pake bgt). Boardbook kokoh, bisa kek gini. 😅 Karena anak-anak belum tau, gimana cara memperlakukan buku dengan baik. Kitalah yang perlu mengenalkannya. 😚 Tapi, abis itu, ya mu begimana lagi? Itu buku kelak bakalan jadi saksi nih, kalo kita ikhtiar kenalin Allah sejak dini. Digunakan untuk apa hartamu? Beliin anak buku untuk mengenalkan ia padaMu ya Allah. Akhirnya, rasa melihat buku sobekpun berganti menjadi keharuan. Jangan sampaiii, bukunya sobek, rusak sudah. Tapi kita berhenti mengenalkan Rabb kita sama anak-anak. ☹️ Karena, mengenalkan Allah pada anak itu, tugas utama lingkungan kecil yang dinamakan keluarga. Aku pernah mendengar, bahkan kewajiban kita belajar tauhid itu... Wajib ain. Jadi kalau suami tidak mengajarkan, kita wajib nih pergi ke pengajian buat belajar tauhid. Dari mana ...

BERBAGI AYUNAN

 Beberapa Ahad, aku, Ndo dan suami main ke sebuah perum yang di sana itu ada ayunan. Begitupun dengan Ahad kali ini. Pagi-pagi setelah sarapan, kami bergegas mengenakan atribut kebangsaan, jaket, masker, jilbab. Kecuali sebapak yang hanya pake pakaian biasa. Tapi, tetep plus masker. Namun ternyata, ketika tiba di tempat lokasi yang kami tuju, ada yang sedang bermain ayunan. Kamipun memutuskan melanjutkan perjalanan dengan muter-muter kampung. 😂 Siangnya, kami berniat ke rumah mama. Tapi mama gak ada. Pulangnya, kami berencana untuk mampir kembali ke ayunan itu. Namun ternyata masih juga ada orang. 🤭 Menjelang sore, kami ke mama lagi. Aku dan sebapak meninggalkan Ndo bermain dengan mama, sorean kami jemput lagi. Pulangnya kami juga berniat ke tempat ayunan itu. Namun kali ke tiga di hari yang sama, ternyata ayunan ada pengisinya. "Ndo, sabar ya. Qadarullah ayunan masih ada yang isi." aku berkata padanya, kami melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang.  Tidak di sangka si b...

NGEBLOG; TENTANG KONSISTEN BACA DAN NGONTEN

Kegiatan membaca adalah salah satu stimulus untuk bisa menulis dan atau berbicara. Jika tidak banyak mengisi tangki fikiran maupun imajinasi, kemungkinan kalimat hanya akan terisi kata kosong tidak bermakna. Kali ini, sepertinya carengru ke-3 yang ku ikuti. Begitu menyedihkan, tanpa komunitas aku menjadi diri yang lemah. Sering kali menyerah pada kata hoream dan wegah. Akhirnya setiap ada info batch baru, aku sisihkan sedikit rupiah, untuk diri agar bisa nyemplung bertemu dengan para pejuang literasi agar sedikit ketularan giat membacanya, syukur-syukur dapat manfaat lebih. Apalagi di carengru ada fasilitas ilmu-ilmu baru. Seperti kali ini, tentang blog. Jujur, aku baru nyimak hari ini, sebelum aku nulis untuk kembali isi blogku yang sudah berdebu. Karena satu dan lain hal jadi engga bisa ikut pas sharing berlangsung. Padahal kan poin plus bisa ikut nimbrung sama pemateri. Bisa nambah silaturahim. Dasar aku. Namun, tidak menyurutkan untuk belajar. Buktinya aku sekarang langsung tancap ...

Mindset (Penulis: Carol S. Dweck, PH.D)

 Buku Mindset adalah buku pengembangan diri pertama yang Tehucup baca. Buku yang sudah berdebu ini akhirnya selesai dibaca. Alhamdulillah. Luar biasa isinya. Awal pertama baca, bawaannya ngantuk. Ujian pertama untuk mengembangkan mindset, menerima rasa kantuk untuk kemudian kembali menikmati bacaan. Membaca buku mindset membuat aku banyak berfikir untuk sesuatu yang hasus terjadi dalam diriku. dalam kenyataan saat membaca buku ini. Menjadikan respon-respon otomatis yang negatif ter-rem, lalu berfikir. Menghadirkan self talk yang membangun diri, bukan hanya menerima sesuatu. Tapi juga berupaya menjadi lebih baik. Buku ini harus banget dibaca oleh orang yang mau perubahan besar dalam hidupnya. Jangan lupa catat poin penting. Atau ulangi baca dari awal. Dalam buku ini, penulis banyak memaparkan tentang perbandingan orang yang bermindset tetap dan orang yang bermindset tumbuh. Penulis tidak mengharuskan pembaca untuk selalu memilih bermindset tumbuh. Tapi, penulis memberikan gambaran p...